Ketum PBNU Gus Yahya
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memastikan akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.
Kepastian itu disampaikan Gus Yahya saat menanggapi berbagai dinamika menjelang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Saya sudah menyatakan maju lagi sebagai calon. Alasannya juga sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, mekanisme dan tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan Muktamar. Para peserta forum, kata dia, memiliki hak untuk menentukan sistem pemilihan sesuai ketentuan organisasi.
Gus Yahya meyakini para pengurus cabang, kiai, dan masayikh memahami dinamika organisasi sehingga mampu menentukan sosok pemimpin terbaik bagi PBNU pada periode mendatang.
Ia juga membantah isu adanya campur tangan pemerintah dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, pemerintah tidak memiliki kepentingan untuk mengintervensi proses yang menjadi urusan internal organisasi.
Gus Yahya turut menepis spekulasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan atau arahan kepada calon tertentu dalam Muktamar NU Ke-35.
“Kalau ada yang mengklaim bahwa dia, misalnya, direstui bahkan diperintah oleh Presiden, pasti bohong,” tegasnya.
Ia menambahkan seluruh tahapan pemilihan akan berjalan sesuai mekanisme organisasi, sehingga independensi dan kemandirian Nahdlatul Ulama tetap terjaga. (Red)
