Suasana rapat pembahasan Skema Kredit UMKM HAGUET secara virtual, di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jum'at,(10/4/2026). IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggodok skema Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET) melalui rapat virtual di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (10/4/2026).
Pemprov Kalteng merancang skema ini untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah ingin pembiayaan menjadi lebih terjangkau, produktif, dan berkelanjutan.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, menyebut pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala. Ia menyoroti akses kredit formal yang rendah, biaya dana yang tinggi, serta keterbatasan agunan dan pencatatan usaha.
“Intervensi tidak cukup hanya melalui subsidi bunga, tetapi pemerintah harus mengintegrasikan pembiayaan, penjaminan, hingga pendampingan usaha,” tegasnya.
Ia menambahkan skema ini tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM.
“Kita ingin UMKM tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga naik kelas melalui pendampingan dan penguatan manajemen usaha,” ujarnya.
Pemprov Kalteng merancang HAGUET sebagai skema kolaboratif bersama perbankan, khususnya PT Bank Kalteng, dengan dukungan lembaga penjamin. Skema ini mengusung subsidi bunga dan mekanisme berbagi risiko (risk sharing).
Dalam skema tersebut, bunga kredit sebesar 6 persen per tahun dibagi proporsional. Pemerintah daerah menanggung 3 persen melalui APBD, sedangkan pihak bank menanggung 3 persen. Debitur hanya membayar pokok pinjaman.
Program ini menargetkan sekitar 3.000 pelaku usaha di sektor prioritas, seperti pangan lokal, perikanan, UMKM olahan, ekonomi kreatif, hingga hilirisasi produk desa. Setiap pelaku usaha dapat mengakses plafon kredit maksimal Rp50 juta. (Red)
