Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah saat menyampaikan arahannya, di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jum'at,(10/4/2026). IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memproyeksikan skema Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET) dapat mendorong perputaran ekonomi daerah secara signifikan.
Program ini tidak hanya menawarkan pembiayaan tanpa bunga, tetapi juga menghadirkan penjaminan kredit melalui PT Jamkrida Kalteng hingga 70 persen. Pemerintah juga menambahkan pendampingan usaha yang dilakukan secara terstruktur, mulai dari tahap pra hingga pasca penyaluran kredit.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, menegaskan penguatan ekosistem UMKM menjadi kunci keberhasilan program.
“Pendampingan menjadi bagian penting agar UMKM mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada pembiayaan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan pemerintah mendorong inovasi kebijakan berbasis data dalam pelaksanaan program.
“Kita akan mendorong monitoring berbasis digital agar penyaluran kredit, kinerja usaha, dan potensi risiko dapat terpantau secara real time,” tambahnya.
Untuk itu, Pemprov Kalteng menyiapkan kurasi usaha, integrasi lintas perangkat daerah, serta pengembangan dashboard digital monitoring agar pelaksanaan program lebih efektif dan tepat sasaran.
Dari sisi ekonomi, implementasi HAGUET berpotensi mendorong perputaran ekonomi hingga Rp225 miliar. Program ini juga diperkirakan menyerap 6.000 hingga 9.000 tenaga kerja.
Saat ini, Pemprov Kalteng tengah menyusun regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur. Pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan perbankan dan lembaga penjamin, serta merancang mekanisme teknis penyaluran agar program berdampak pada penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan inklusi keuangan. (Red)
