Ketua PW GP Ansor Kalteng Arjoni
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah mendesak PT PLN (Persero) segera membenahi pasokan listrik yang masih kerap mengalami pemadaman. Gangguan kelistrikan tersebut dinilai semakin membebani masyarakat di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua PW GP Ansor Kalteng, Arjoni, mengatakan pemadaman listrik menghambat aktivitas masyarakat saat kualitas udara memburuk. Kondisi itu juga menyulitkan warga mengoperasikan peralatan elektronik yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan selama kabut asap melanda.
“Pemadaman bergilir yang masih terjadi menjadi keprihatinan kita semua. Saat ini, kabut asap sangat pekat dan kualitas udara masuk kategori sangat berbahaya,” kata Arjoni, Kamis (15/10/2026).
Ia turut mempertanyakan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Tengah. Menurutnya, gangguan berupa pemadaman hingga listrik yang kerap byarpet masih menjadi persoalan, meskipun Kalteng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara di Indonesia.
Arjoni menegaskan, PLN harus segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan dan menstabilkan pasokan listrik di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Keandalan listrik menjadi kebutuhan mendesak, terutama ketika masyarakat memerlukan perangkat seperti pemurni udara dan peralatan penunjang kesehatan di rumah.
“Listrik sangat penting bagi masyarakat, apalagi saat kabut asap yang berbahaya seperti saat ini. Kita mendesak PLN memaksimalkan kinerja untuk memperbaiki kelistrikan,” ujarnya.
Selain pemadaman bergilir, Arjoni juga menyoroti perubahan tegangan listrik secara mendadak yang berpotensi merusak peralatan elektronik milik warga.
GP Ansor Kalteng meminta PLN tidak hanya menangani pemadaman, tetapi juga menuntaskan persoalan teknis yang menyebabkan pasokan listrik tidak stabil. Pembenahan menyeluruh dinilai penting agar masyarakat tidak terus dirugikan, terlebih saat harus menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla. (Red)
