Ketum Kadin Kalteng Rahmat Nasution Hamka. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Ketua KADIN Kalimantan Tengah (Kalteng) Rahmat Nasution Hamka mendorong penguatan produksi pangan lokal. Langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan Kalteng terhadap pasokan pangan dari Pulau Jawa.
Menurutnya pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memanfaatkan ketersediaan lahan serta potensi daerah. Selain itu, kolaborasi antarpihak menjadi kunci untuk mengembangkan potensi tersebut.
Selain memperkuat ketahanan pangan, peningkatan produksi lokal juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, langkah tersebut sekaligus membuka peluang usaha bagi pengusaha daerah.
“Kebutuhan pangan kita, khususnya sayur-mayur, masih banyak dipasok dari Pulau Jawa. Padahal, tanah kita masih banyak. Tinggal kita cari kolaborasi untuk mengolahnya,” ujar Rahmat, Kamis (24/9/2026).
Sementara itu, Rahmat mengatakan gangguan rantai pasok menunjukkan pentingnya kemandirian pangan daerah. Sebagai contoh, ia menyinggung peristiwa tenggelamnya kapal yang membawa berbagai kebutuhan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat rantai pasok di Kalteng. Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha perlu meningkatkan produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Selain sektor pangan, Rahmat melihat Kalteng memiliki potensi besar di sektor energi dan air. Oleh karena itu, ia mendorong dunia usaha melihat potensi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan hal itu dalam Rapimprov KADIN yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Dalam agenda tersebut, KADIN kabupaten dan kota se-Kalteng mengikuti kegiatan secara daring dari daerah masing-masing.
Sementara itu, KADIN memilih pelaksanaan secara daring dengan mempertimbangkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana asap di sejumlah wilayah Kalteng. Dengan cara tersebut, agenda organisasi tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi daerah.
Dalam Rapimprov tersebut, Rahmat menegaskan posisi KADIN sebagai rumah besar dunia usaha. Karena itu, ia ingin KADIN Kalteng merangkul pengusaha besar dan menengah, pelaku UMKM, pengusaha muda, pelaku ekonomi kreatif, serta sektor industri dan perdagangan.
Sejalan dengan semangat tersebut, Rahmat menjadikan filosofi Huma Betang sebagai landasan KADIN Kalteng dalam membangun kolaborasi. Selain itu, ia ingin organisasi tersebut semakin terbuka, dekat dengan anggota, dan cepat merespons kebutuhan pelaku usaha.
Lebih lanjut, Rahmat berharap Rapimprov menghasilkan program kerja yang mampu menjawab tantangan dunia usaha. Menurutnya, penguatan sektor pangan dan rantai pasok dapat menjadi ruang kolaborasi yang terus dikembangkan.
“Dengan demikian, kita mendorong pelaku usaha lokal mengambil peran lebih besar dalam memanfaatkan potensi daerah. Saya berharap langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha di Kalteng,” pungkasnya. (Red)
