Suasana Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendorong seluruh elemen masyarakat memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba dari lingkungan masing-masing. Ia menilai keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkotika.
Agustiar menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat deklarasi pemberantasan narkoba. Ia menegaskan Pemprov Kalteng menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan melawan hukum yang mengancam keselamatan aparat maupun masyarakat.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas BNN, bukan hanya tugas kepolisian. Ini tugas kita semua. Narkoba adalah musuh kita bersama,” tegasnya, di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
Menurut Agustiar, dampak narkoba tidak hanya menyentuh aspek kesehatan. Penyalahgunaan narkotika juga dapat mengganggu masa depan generasi muda, keluarga, dan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, ia meminta masyarakat memperkuat ketahanan keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak sekaligus mengenali lingkungan pergaulan yang dapat memengaruhi mereka.
Selain keluarga, Agustiar mendorong sekolah dan perguruan tinggi ikut menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
“Pencegahan sejak dini merupakan salah satu kunci menyelamatkan generasi penerus,” ujarnya.
Agustiar berharap deklarasi pemberantasan narkoba tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin seluruh pihak menerjemahkan komitmen tersebut melalui langkah nyata di lingkungan masing-masing.
Tempat kerja, desa, dan kelurahan juga perlu mengambil peran dalam pencegahan. Dengan demikian, masyarakat dapat membangun sistem kewaspadaan yang melibatkan banyak unsur.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dapat memperkuat upaya menghadapi peredaran narkoba.
“Mari bersama kita deklarasikan perang melawan narkoba untuk kemanusiaan, demi melindungi masa depan anak-anak kita, melindungi masa depan Kalimantan Tengah, dan masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Red)
