Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta bupati dan wali kota bergerak cepat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta pemerintah daerah memanfaatkan hujan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak kemarau.
Agustiar menyebut hujan pada penghujung Juli sebagai water break atau jeda. Menurutnya, kondisi itu memberi waktu bagi Satgas Karhutla untuk memperkuat persiapan.
“Hujan yang turun saat ini adalah water break atau jeda waktu. Kita harus memanfaatkan waktu ini semaksimal mungkin untuk memantapkan kesiapsiagaan Satgas,” tegasnya, di Aula Jayang Tingang (AJT) Lt. II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (30/7/2026).
Agustiar memperkirakan puncak kemarau terjadi pada Agustus dan September. Kondisi tersebut juga bisa berlanjut hingga November. Pemprov Kalteng pun menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026.
Karena itu, Agustiar meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak menunggu situasi memburuk. Ia mendorong kepala daerah segera mengambil langkah sesuai kondisi wilayah masing-masing.
“Saya minta para bupati dan wali kota jangan lambat bergerak. Jangan ragu menetapkan Status Siaga Darurat,” ujarnya.
Agustiar juga meminta pemerintah daerah segera menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke SKPD terkait. Anggaran tersebut dapat mendukung kebutuhan operasional pemadaman di lapangan.
Kebutuhan itu mencakup bahan bakar minyak (BBM) hingga konsumsi personel. Menurut Agustiar, dukungan anggaran akan membantu tim bergerak lebih cepat ketika menghadapi karhutla.
“Segera geser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke SKPD terkait untuk kelancaran operasional pemadaman, BBM, hingga konsumsi personel,” katanya.
Selain anggaran, Agustiar meminta kepala daerah memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia menekankan pentingnya keputusan cepat dengan tetap mengikuti aturan.
“Duduk bersama unsur Forkopimda, ambil keputusan cepat selama akuntabilitas dan aturan hukum dipegang teguh,” kata Agustiar.
Pemprov Kalteng kini mendorong seluruh daerah memperkuat kesiapan menghadapi puncak kemarau. Langkah itu mencakup kesiapan personel, anggaran, sarana pemadaman, serta koordinasi lintas sektor.
“Saya berharap pemerintah kabupaten dan kota menggunakan momentum hujan untuk memperkuat seluruh persiapan. Dengan begitu, tim dapat bergerak lebih cepat saat ancaman karhutla meningkat,” pungkasnya. (Red)
