Ketua GP Ansor Kalteng terpilih Arjoni bersama Guru Muhammad Rijani dan beberapa kader Ansor. Batuah.co
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Gerakan Pemuda (GP) Ansor bukan sekadar nama organisasi. Lebih dari itu, nama Ansor yang melekat pada organisasi pemuda Nahdlatul Ulama ini memiliki makna historis dan spiritual yang dalam sebagai penolong, pelindung, dan pemberi manfaat bagi sesama.
Ketua GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, menjelaskan bahwa nama Ansor diambil dari teladan kaum Ansar di Madinah. Mereka dengan tulus menyambut dan membantu kaum Muhajirin saat hijrah dari Makkah.
“Kaum Ansor bukan hanya memberi tempat tinggal dan perlindungan, mereka juga berbagi harta, makanan, dan kasih sayang. Solidaritas mereka menjadi dasar semangat kami di GP Ansor,” jelas Arjoni, Rabu (4/6/2025).
Menurut Arjoni, GP Ansor hadir untuk menolong, mengayomi, dan memberi manfaat kepada siapa pun, tanpa membedakan suku, agama, atau golongan.
“Kami diajarkan meneladani sabda Nabi Muhammad SAW‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Bagi kami, itu bukan sekadar nasihat, tapi prinsip hidup,” ujarnya.
Dalam konteks kebangsaan, GP Ansor juga berkomitmen menjaga nilai persatuan, keberagaman, dan toleransi. Nilai-nilai ini sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Kalimantan Tengah, yakni Huma Betang.
“Kami berdiri sebagai penjaga nilai kebangsaan dan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Kami ingin jadi benteng moderasi dan toleransi di tengah masyarakat,” tambah Arjoni.
GP Ansor tak hanya fokus pada penguatan keagamaan dan kaderisasi internal. Mereka juga aktif dalam bidang sosial, ekonomi, penanggulangan bencana, hingga pemberdayaan masyarakat.
Di tengah derasnya arus digital dan tantangan zaman, GP Ansor tetap berpegang pada misinya menjadi penolong umat, menjaga ajaran Islam moderat, dan memperkuat pilar kebangsaan demi keutuhan NKRI. Bth
