Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko.
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara virtual. Rakor tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, pada Senin (5/5/2025).
Rakor ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk terus mengawasi serta mengendalikan laju inflasi di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah. Forum ini juga menjadi ajang koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menjaga kestabilan harga serta mempertahankan daya beli masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Yuas Elko mengungkapkan bahwa kondisi inflasi di Kalimantan Tengah saat ini tergolong terkendali dan berada dalam batas aman.
“Inflasi kita tercatat sebesar 1,21 persen (year-on-year), masih di bawah rata-rata inflasi nasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi dan kerja keras semua pihak dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, terutama di tengah tantangan ekonomi nasional dan global. Keberhasilan ini, menurutnya, adalah hasil kontribusi aktif seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Namun begitu, Yuas juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dari seluruh Perangkat Daerah untuk terus memantau perkembangan harga secara intensif. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah antisipatif dan responsif perlu tetap dilakukan guna menghindari kemungkinan lonjakan inflasi di masa mendatang.
“Kita perlu terus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta Bulog,” lanjutnya.
Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok di wilayah Kalimantan Tengah.
“Dengan semangat koordinasi dan kebersamaan, Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui strategi pengendalian inflasi yang berkelanjutan dan efektif,” tutup Yuas Elko. (red)
