Ketum Kadin Kalteng sambangi rumah oksigen
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen membantu mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kadin menilai karhutla dan kabut asap dapat mengganggu kesehatan, lingkungan, hingga perekonomian daerah.
Sebagai langkah nyata, Kadin Kalteng menggandeng berbagai organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut menghasilkan penyediaan rumah oksigen gratis di lima titik.
Ketua Umum Kadin Kalteng Rahmat Nasution Hamka mengatakan, fasilitas tersebut membantu warga yang terdampak paparan asap.
“Saat ini kolaborasi Rumah Oksigen Gratis kita ada di lima titik. Ini kerja sama dengan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor, Kelompok Cipayung Plus, HIMA Kotim, dan juga organisasi masyarakat lainnya,” kata Rahmat saat Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kalteng yang berlangsung secara terbatas melalui Zoom, Jumat (25/9/2026).
Selain menyediakan bantuan tersebut, Rahmat meminta pengurus dan anggota Kadin Kalteng memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Ia juga mendorong mereka meningkatkan dukungan kepada pemerintah dan petugas lapangan dalam menangani karhutla serta kabut asap.
Menurut Rahmat, anggota Kadin juga perlu mengelola lahan terlantar dengan baik. Pengelolaan tersebut dapat membantu mencegah munculnya titik api.
“Jangan sampai lahan-lahan pengurus dan anggota Kadin terlantar, manfaatkan dengan baik. Ini salah satu upaya mencegah kebakaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Kadin Kalteng mengimbau pelaku usaha ikut mencegah karhutla. Menurut Rahmat, pengusaha tidak cukup hanya bertindak ketika kabut asap sudah muncul.
Sebaliknya, pelaku usaha perlu menerapkan pengelolaan lingkungan berkelanjutan dalam kegiatan bisnis. Dengan langkah tersebut, dunia usaha dapat ikut mengurangi risiko kebakaran sejak dini.
Lebih lanjut, Rahmat kembali menekankan pentingnya pemanfaatan lahan terlantar. Menurutnya, lahan kosong tanpa pengelolaan lebih rentan menjadi titik api saat musim kemarau.
“Optimalisasi serta pemanfaatan lahan terlantar menjadi kunci utama yang terus ditekankan kepada para anggota Kadin di seluruh kabupaten/kota Kalimantan Tengah. Lahan kosong tanpa pengelolaan rentan menjadi titik rawan penyebaran api secara cepat saat memasuki musim kemarau, sehingga alih fungsi menjadi area produktif dinilai sebagai langkah pencegahan paling efektif,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Kadin mendorong pelaku usaha mengelola lahan terlantar menjadi area produktif. Mereka dapat menanam tanaman pangan atau komoditas pertanian bernilai ekonomi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, pemanfaatan lahan tidak hanya membantu mengurangi risiko kebakaran. Langkah tersebut juga dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
Pada akhirnya, Rahmat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah karhutla secara berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan elemen masyarakat menjadi pondasi vital dalam mewujudkan Kalimantan Tengah bebas dari ancaman karhutla secara berkelanjutan. Kadin Kalteng optimistis bahwa langkah preventif yang dibarengi kepedulian sosial tinggi dari dunia usaha mampu melindungi iklim investasi sekaligus memelihara kelestarian lingkungan Kalteng,” pungkasnya. (Uni/Red)
