Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersalaman dengan para pemain Isen Mulang Kalteng FC di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO — Sebanyak 17 pertandingan kandang Isen Mulang Kalteng FC pada Super League 2026/2027 membuka peluang baru bagi pelaku UMKM di Palangka Raya dan sekitarnya. Tim Kalteng tersebut akan menjalani seluruh laga kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya. Setiap pertandingan berpotensi meningkatkan mobilitas suporter dan masyarakat di sekitar stadion.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi daerah. Ia mengaitkannya dengan peran koperasi dan UMKM dalam memperkuat perekonomian.
“Presiden Prabowo selalu berpesan tentang pentingnya koperasi dan UMKM dalam meningkatkan perekonomian daerah. Saya yakin kehadiran Isen Mulang yang akan menjamu tim-tim besar Super League akan menghadirkan denyut nadi ekonomi daerah,” tutur Agustiar usai Launching Tim Isen Mulang Kalteng FC, Sabtu (29/8/2026) malam.
Peluang ekonomi tersebut semakin terbuka karena Super League 2026/2027 tidak lagi melarang suporter tim tamu hadir di stadion. Dengan demikian, suporter dari berbagai daerah berpeluang datang langsung ke Palangka Raya.
Kedatangan suporter dapat meningkatkan aktivitas sejumlah sektor usaha. Pelaku kuliner, penginapan, transportasi, perdagangan, hingga usaha kreatif dapat memanfaatkan meningkatnya kunjungan.
Selain menggerakkan ekonomi, kedatangan suporter juga membuka ruang promosi bagi destinasi wisata Kalimantan Tengah.
“Kalteng banyak memiliki destinasi wisata menarik yang bisa menjadi perhatian Indonesia dan dunia,” kata Agustiar.
Karena itu, Gubernur ingin memanfaatkan pertandingan sepak bola sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah. Ia berharap masyarakat yang datang ke Palangka Raya tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga mengenal destinasi wisata dan produk lokal.
Agustiar menilai sepak bola dapat menjadi salah satu media promosi daerah. Kompetisi tingkat nasional memberi kesempatan bagi Kalteng untuk memperkenalkan berbagai potensi kepada masyarakat dari luar daerah.
“Isen Mulang itu artinya pantang mundur. Semangat itu harus dibawa dalam setiap pertandingan. Kita ingin Kalteng tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional,” tegasnya.
Selain itu, Agustiar mendorong masyarakat memanfaatkan momentum kompetisi untuk memperkenalkan produk lokal. UMKM dapat menawarkan kuliner, kerajinan, dan berbagai produk ekonomi kreatif kepada suporter yang datang.
Dengan 17 laga kandang sepanjang musim, Stadion Tuah Pahoe tidak hanya menjadi tempat pertandingan. Momentum tersebut juga dapat mempertemukan olahraga, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu aktivitas.
Melalui Isen Mulang Kalteng FC, Pemprov Kalteng ingin membawa nama daerah lebih luas. Pada saat yang sama, pertandingan kandang dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar. (Red)
