Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Batuah.co
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, meminta masyarakat berperan aktif dalam mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan.
Menurutnya, pengawasan distribusi BBM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat sebagai kontrol sosial di lapangan.
“Saya meminta masyarakat ikut mengawasi BBM di SPBU. Tujuannya agar tidak terjadi penimbunan, baik oleh pihak SPBU maupun di masyarakat,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM.
“Jika melihat atau mengetahui ada oknum yang menimbun BBM, segera laporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.
Gubernur menekankan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan bertindak tegas terhadap pelanggaran, termasuk dengan mencabut izin operasional SPBU yang terbukti melakukan penimbunan.
“SPBU yang berani menimbun BBM akan kami cabut izinnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agustiar memastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Tengah masih dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga masyarakat diminta tidak panik.
“Untuk saat ini aman. Masyarakat tidak perlu panik,” katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan intensif bersama instansi terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat terus terjaga demi menjaga stabilitas distribusi energi di Kalteng. (Red)
