GUNUNG MAS, BATUAH.CO – PT SKS Listrik Kalimantan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Sepanjang September 2026, perusahaan kembali menggelar program SLK Mengajar Fun English dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di sekolah-sekolah binaan yang berada di Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Program yang menjadi bagian dari pilar pendidikan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan ini dipimpin langsung oleh Head of CSR PT SKS Listrik Kalimantan, Miranda Puspita Ramadhani, bersama tim CSR dan para tenaga pendidik setempat. Keterlibatan manajemen secara langsung bertujuan untuk memastikan kegiatan pembelajaran berjalan efektif serta sesuai dengan kebutuhan pengembangan peserta didik.
Miranda Puspita Ramadhani menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan edukasi sesaat, melainkan untuk membangun model pembelajaran interaktif yang berkelanjutan.
“Kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus relevan dengan tantangan masa depan. Melalui metode Fun English dan STEAM, kami berharap dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis anak-anak sejak dini,” ujar Miranda Puspita Ramadhani di sela-sela kegiatan.
Melalui Fun English para siswa diajak mempelajari bahasa Inggris secara interaktif lewat pengenalan kosakata, percakapan sederhana, permainan edukatif, hingga membaca kelompok. Metode ini terbukti mampu meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi.
Sementara itu, modul pembelajaran STEAM memadukan unsur sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika melalui pendekatan learning by doing. Para siswa didorong untuk melakukan eksperimen mandiri, berdiskusi, serta memecahkan tantangan secara berkelompok.
Miranda menambahkan bahwa perusahaan juga berfokus pada penguatan kapasitas para guru agar metode yang diperkenalkan dapat terus diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
“PT SKS Listrik Kalimantan berperan sebagai enabler yang mendukung sekolah dan tenaga pendidik. Kami ingin metode serta media pembelajaran interaktif ini terus dimanfaatkan secara mandiri oleh para guru, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang partisipatif dan berkelanjutan,” tutur Miranda.(red)
