Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko . IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah antisipasi kenaikan harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah komoditas, seperti beras premium, ikan, bawang putih, dan minyak goreng, masih mengalami kenaikan harga di pasar eceran.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (14/9/2026).
Yuas mengatakan kondisi inflasi Kalimantan Tengah masih perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data inflasi tahunan, Kalteng berada di peringkat ketiga secara nasional.
Namun, Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan kondisi yang berbeda. Kalteng berada di peringkat ke-11 secara nasional dengan angka 0,9 persen.
“Walaupun secara tahunan kita berada di ranking tiga, dari data IPH kita berada di nomor sebelas. Artinya, kabupaten/kota di Kalteng tidak terlalu masuk dalam sorotan kenaikan harga secara ekstrem. Ini yang kita syukuri,” ujar Yuas.
Meski demikian, Yuas meminta TPID tetap mencermati sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Beras premium, ikan, bawang putih, dan minyak goreng menjadi beberapa komoditas yang perlu mendapat perhatian.
Sementara itu, harga daging ayam ras dan telur ayam masih relatif stabil. Kondisi tersebut perlu pemerintah jaga karena kebutuhan kedua komoditas itu berpotensi meningkat saat Nataru.
Yuas juga meminta TPID menghitung kebutuhan daging ayam ras dan telur ayam sejak dini. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, komoditas tersebut juga mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Menjelang Nataru, kebutuhan daging ayam ras dan telur ayam tentu meningkat. Apalagi ada kebutuhan untuk SPPG. Ini perlu kita antisipasi, termasuk bagaimana distribusi dari peternak maupun korporasi peternakan yang ada di Kalteng,” jelasnya.
Dorong Budidaya Ikan Lokal
Selain ayam dan telur, Yuas menyoroti kenaikan harga ikan di pasar. Ia menyebut ikan lokal seperti haruan dan tapah juga mengalami kenaikan harga.
Menurut Yuas, pemerintah perlu mendorong budidaya ikan lokal untuk memperkuat produksi pangan dari daerah sendiri. Langkah tersebut sekaligus dapat mengurangi tekanan pasokan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
“Untuk ikan lokal seperti haruan dan tapah juga mengalami kenaikan. Mungkin perlu ada program budidaya ikan, karena beberapa jenis ikan lokal sebenarnya bisa dibudidayakan. Ini menjadi PR kita untuk meningkatkan kemandirian pangan di Kalteng,” katanya.
Yuas juga mendorong penguatan produksi ayam di dalam daerah. Menurutnya, Kalteng memiliki potensi peternakan yang dapat pemerintah kembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penguatan produksi lokal, lanjut dia, penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Apakah kita kurang bisa memberdayakan potensi yang ada? Ini juga menjadi PR kita. Kemandirian pangan harus terus kita upayakan di Kalteng,” tambahnya. (Red)
