Gubernur Kalteng menghadiri menghadiri Konser Akbar Kontingen Pesparawi Provinsi Kalimantan Tengah, di Gedung Gereja Sakatik, Senin (11/5/2026) malam. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO — Agustiar Sabran menegaskan Konser Akbar Kontingen Pesparawi Provinsi Kalimantan Tengah bukan sekadar pertunjukan seni rohani. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan serius Kalteng menghadapi ajang PESPARAWI Nasional.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh elemen masyarakat dapat berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan dan spiritualitas.
“Saya juga sangat percaya, kebersamaan hari ini merupakan bagian dari rencana Tuhan yang baik. Kebersamaan ini akan membawa berkat bagi kita semua, khususnya bagi kemajuan kehidupan keagamaan di Kalimantan Tengah,” katanya di Gedung Gereja Sakatik, Senin (11/5/2026) malam.
Selain itu, Agustiar juga mengapresiasi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, konser akbar tersebut menunjukkan kesiapan kontingen Pesparawi Kalimantan Tengah dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
“Konser Akbar ini bukan sekadar ruang pertunjukan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kontingen Kalimantan Tengah menjalani persiapan secara serius, terukur, dan penuh dedikasi untuk menghadapi ajang PESPARAWI Nasional,” tegasnya.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan dan penampilan seni suara gerejawi. Namun demikian, konser itu juga menjadi ruang evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas kontingen.
Lebih jauh, Agustiar menekankan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat karakter, spiritualitas, dan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Pesparawi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan memiliki nilai sosial yang kuat.
“Dalam konteks pembangunan daerah, kegiatan ini berperan mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga membentuk masyarakat yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” pungkasnya. (Red)
