Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin, menyebut rapat koordinasi ini sebagai tahap ketiga setelah pemetaan kolaborasi di wilayah barat dan tengah berjalan baik.
Ia menjelaskan program ini menindaklanjuti kewajiban perusahaan untuk mengalokasikan 2 persen keuntungan melalui CSR. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kewajiban perusahaan untuk mengalokasikan 2 persen dari keuntungan melalui program CSR dalam rangka mendukung pembangunan daerah,” ucapnya.
PUPR Kalteng membahas penanganan 10 ruas jalan strategis di wilayah timur. Pemerintah menerapkan skema swakelola berbasis gotong royong dalam pelaksanaannya.
Perusahaan berkontribusi melalui material, alat berat, dan dukungan teknis sesuai penugasan masing-masing.
Shalahuddin menjelaskan model serupa sudah berjalan di wilayah lain. Di wilayah barat, perusahaan menangani ruas Amin Jaya–Rantau Pulut secara swakelola. Di wilayah tengah, perusahaan menyepakati penanganan tujuh ruas jalan.
“Pada wilayah barat beberapa perusahaan telah melaksanakan pemeliharaan dan peningkatan ruas jalan Amin Jaya-Rantau Pulut secara swakelola dan gotong royong. Sedangkan di wilayah tengah, telah disepakati penanganan 7 ruas jalan melalui kontribusi bersama perusahaan,” jelasnya.
Dinas PUPR Kalteng mengawasi pelaksanaan teknis di lapangan. Pengawasan ini bertujuan memastikan kualitas perbaikan sesuai standar.(Red)
