Di sela kegiatan, Wagub Edy Pratowo secara simbolis menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa alsintan pascapanen kepada perwakilan kelompok tani. IST
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen dalam mendukung swasembada pangan nasional. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi peran aparat keamanan yang ikut menjaga dan mendukung Program Swasembada Pangan Nasional serta berbagai program strategis pemerintah.
“Keamanan sangat penting. Jika terjadi kehilangan atau gangguan lainnya, itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Edy Pratowo saat mengikuti kegiatan secara virtual dari lahan pertanian di Jalan Alson II, Lingkar Luar Kota Palangka Raya, Rabu (7/1/2026).
Edy menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga harus ikut terlibat.
Menurutnya, target swasembada pangan mulai menunjukkan hasil yang positif. Pemerintah pun terus memperkuat berbagai program pendukung.
“Alhamdulillah, target swasembada pangan mulai tercapai dan kita tidak impor lagi. Pemerintah provinsi siap berkolaborasi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa anggaran daerah pada 2026 mengalami penurunan. Meski begitu, pemerintah tetap memprioritaskan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Pada tahun 2026, Pemprov Kalteng merencanakan program cetak sawah tahap kedua. Luas kontraknya mencapai 33.790 hektare dengan nilai lebih dari Rp1,179 triliun.
Selain itu, pemerintah provinsi juga memperkuat sektor jagung. Salah satu langkahnya adalah membangun pabrik pakan ternak di Parenggean.
Pabrik ini menggunakan jagung sebagai bahan baku utama. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pakan dari luar daerah.
“Pabrik pakan ini kami bangun karena sebelumnya terjadi inflasi komoditas ternak, terutama daging ayam. Hal itu terjadi akibat ketergantungan pakan dari luar Kalteng,” jelas Edy.
Pemprov Kalteng juga meningkatkan infrastruktur pengolahan hasil pertanian. Pemerintah membangun Rice Milling Unit (RMU) di Sampit dan Lempuyang.
Selain itu, pemerintah juga membangun fasilitas Rice to Rice di Desa Pantik, Kabupaten Pulang Pisau.
Upaya ini bertujuan memperkuat rantai produksi beras di daerah.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kalimantan Tengah berhasil masuk dalam 10 besar provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Edy menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari upaya berbagai pihak menjaga stabilitas harga. Kota Palangka Raya menjadi salah satu daerah yang aktif mengendalikan inflasi.
“Alhamdulillah, dalam beberapa bulan terakhir Kalimantan Tengah masuk 10 besar provinsi dengan inflasi terendah. Salah satunya Kota Palangka Raya yang sangat intens menjaga stabilitas harga,” pungkasnya. (Red)
