Pembina Pengprov ORADO Kalteng H. Rahmat Nasution Hamka
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kalimantan Tengah resmi menggelar Pelatihan Wasit (Training of Referee) untuk melahirkan pengadil lapangan yang kompeten. Agenda strategis ini berlangsung di salah satu hotel besar di Kota Palangka Raya dengan melibatkan puluhan peserta dari 14 kabupaten dan kota, tanggal 9-10 Maret 2026.
Seluruh peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai regulasi resmi pertandingan yang berlaku secara nasional di bawah naungan PB ORADO. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga domino yang sehat dan terukur di wilayah Bumi Tambun Bungai. Panitia pelaksana merancang kurikulum pelatihan yang fokus pada penguatan mental, penguasaan aturan teknis, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Kehadiran wasit berlisensi ini nantinya menjamin transparansi setiap kompetisi domino yang terselenggara di berbagai tingkatan daerah. Pembina Pengprov ORADO Kalteng, Rahmat Nasution Hamka, menegaskan bahwa domino kini telah bertransformasi menjadi cabang olahraga resmi yang memiliki martabat.
Status ini menuntut standar profesionalisme tinggi dari para pelaku olahraga, terutama unsur wasit sebagai penegak aturan. Ia mengapresiasi semangat para peserta yang datang dari pelosok Kalimantan Tengah demi meningkatkan kualitas olahraga ini.
“Domino hari ini telah menjadi olahraga yang sah dan diakui secara nasional. Transformasi ini menjadikan domino sebagai permainan yang naik level, sehingga kita butuh perangkat pertandingan yang benar-benar paham aturan,” tegas Rahmat Nasution Hamka saat membuka acara.
Rahmat juga menginstruksikan seluruh peserta agar menyerap materi pelatihan secara maksimal selama kegiatan berlangsung. Ia menyoroti perbedaan antara aturan domino yang berkembang di masyarakat umum dengan regulasi resmi turnamen yang dikeluarkan oleh PB ORADO.
Pemahaman yang seragam mengenai poin, pelanggaran, dan etika bertanding menjadi kunci utama kesuksesan seorang wasit profesional.
Selain mencetak wasit, Rahmat mendorong seluruh pengurus daerah segera melakukan sosialisasi masif mengenai aturan resmi permainan domino untuk kompetisi. Langkah ini bertujuan agar para atlet di daerah tidak mengalami kendala teknis saat berlaga di turnamen resmi. Sosialisasi yang cepat akan mempercepat adaptasi masyarakat terhadap standar baru permainan domino sebagai cabang olahraga prestasi.
Kegiatan ini berakhir dengan komitmen bersama untuk menjunjung tinggi sportivitas dan integritas di setiap meja pertandingan.
Pengprov ORADO Kalteng optimis keberadaan wasit-wasit baru ini akan meningkatkan gairah turnamen domino di tingkat lokal maupun nasional. Melalui pelatihan ini, Kalimantan Tengah siap menjadi barometer pengembangan olahraga domino yang profesional di Indonesia. Bth/Brd
