Ketum Kadin Kalteng Rahmat Nasution Hamka, Plt. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung dan jajaran. Batuah.co
PALANGKA RAYA, BATUAH.CO – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Kalteng 2025 sekaligus meluncurkan Program Mahasiswa Entrepreneur “MATANG” Miliarder Huma Betang, di Palangka Raya, Senin (22/12/2025).
Rapimprov ini menjadi ajang konsolidasi dunia usaha di tengah tantangan ekonomi daerah yang belum sepenuhnya pulih. KADIN Kalteng mendorong peran generasi muda sebagai motor baru penggerak ekonomi daerah.
Ketua Umum KADIN Kalteng, Rahmat Nasution Hamka, menegaskan, dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan generasi muda. Mahasiswa harus disiapkan sejak dini agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja.
“Program ‘MATANG’ kami rancang untuk membentuk mental wirausaha mahasiswa. Kalteng membutuhkan lebih banyak pelaku usaha muda yang berani mengambil peluang dan mampu bersaing,” katanya.
Program “MATANG” menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Kalteng melalui pelatihan, pendampingan, serta perluasan jejaring bisnis. Program ini diklaim sejalan dengan visi Pemprov Kalteng untuk mencetak 300 miliarder muda.
KADIN Indonesia melalui Wakil Ketua Umum Korwil Kalimantan, Andi Yusmin Patawari, menilai langkah KADIN Kalteng sebagai upaya konkret membangun ekonomi daerah dari akar rumput. Namun, pentingnya konsistensi dan pengawalan agar program tidak berhenti sebatas seremoni.
“Banyak program kewirausahaan gagal karena tidak berkelanjutan. ‘MATANG’ harus dikawal serius agar benar-benar melahirkan pengusaha muda, bukan sekadar jargon,” tegas Andi Yusmin.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menilai keterlibatan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan KADIN untuk memperkuat sektor ekonomi produktif.
Rapimprov KADIN Kalteng 2025 akan berlangsung hingga 23 Desember 2025, dengan fokus pembahasan pada strategi pengembangan usaha, penguatan UMKM, serta arah kebijakan ekonomi daerah. Hasil Rapimprov ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, tetapi memberi dampak nyata bagi perekonomian Kalteng. (Red)
